Kemeriahan Acara AKSI dan Milad SMPN 4 Jampangtengah serta Mieling Poe Bahasa Indung, Kasi Kesiswaan SMP Disdik Kabupaten Sukabumi Merasa Kagum

Klik Today || SMPN 4 Jampangtengah Kabupaten Sukabumi memperingati hari jadinya yang ke 16 tahun. Rangkaian acaranya disatukan dengan kegiatan Mieling Bahasa Indung.
Kepala SMPN 4 Jampangtengah, Elis Ade Nuryati, S.Pd MMPd mengatakan, kegiatan kemarin itu (Selasa 10/2/2026) ada tiga kegiatan yang disatukan yaitu gelar AKSI singkatan dari Ajang Kreasi Siswa, kegiatan program sekolah sebagai ajang bagi siswa untuk mengekspresikan atau menampilkan hasil pembelajaran.
AKSi tersebut, lanjut Elis Ade, menampilkan berbagai karya, yakni seni tari daerah (sunda). Namun, sebelumnya ada narasi dulu memakai bahasa Indonesia yang menjelaskan tentang tariannya dari mata pelajaran PPKN. Sedangkan pakaian yang dipakai siswa dari hasil prakaraya. Juga ada fashion show dari limbah plastik.
“Mieling Bahasa Indung, sebetulnya rutin dilaksanakan setiap 21 Februari, namun kami berinsiatip dilaksanakan lebih cepat untuk disatukan dengan acara milad, mengingat memasuki bulan Ramadan,” ujar Elis Ade, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan dalam Mieling Bahasa Indung, kata Elis Ade, para siswa diharuskan mengenakan pakaian Kebaya, termasuk guru-guru.
Selain itu juga menyuguhkan makananan tradisional sunda, dan membuat getuk singkong menggunakan alat-alat tradisonal sunda.
“Lalu acara milad menampilkan berbagai tampilan seperti puisi, pencak silat, jaipongan dll,” ujar Elis Ade yang juga menegaskan bahwa jargon SMPN 4 Jampangtengah adalah: SMPN4 Jampangtengah Bersinergi dalam Beraksi Mewujudkan SMPN 4 Jampangtengah Semakin Berarti.
Sementara itu, Kasi Kesiswaan dan Manajemen SMP, Disdik Kabupaten Sukabumi, Devi Indra Kusumah, SPd, MSi yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas kegiatan di SMPN 4 Jampangtengah tersebut.
“Kegiatan tersebut sangat luar bisa, dirancang untuk menampung serta mengapresiasi karya dan unjuk keterampilan siswa, seperti seni, sastra, olahraga, tradisional, riset dan fokasi. Itu memberikan kepercayaan diri siswa,” ujar Devi.
Devi mengatakan, kegiatan tersebut hasil kolaborasi dari lima mata pelajaran terdiri dari PPKN, Prakarya, Seni Tari, Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda.
“Anak-anak menampilkan kreasi tarian dan kearipan lokal, seperti makanan. Kemudian ada juga gelaran sajak dalam bahasa Indonesia dan bahasa Sunda,” ujarnya.
“Ini wadah untuk siswa untuk berani percaya diri, berkreasivitas. Anak-anak sekarang memang harus diwadahi bakatnya, diantaranya melalui ajang tersebut,” imbuhnya.
Devi juga menuturkan, kegiatan tersebut wajib dilaksanakan, disamping yang sudah terprogram.
“Terlihat anak-anak fokus di kegiatannya, bahu membahu untuk mensukseskan kegiatan tersebut. Saya mengapresiasi kegiatan kemarin. Anak-anak hebat dibidangnya masing-masing dan kita harus kawal agar tetap direlnya,” tuturnya.
Editor: Batama Ardiansyah



