Sekolah Legislatif Dorong Partisipasi Generasi Muda dalam Kehidupan Demokrasi

Klik Today || Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Sekolah Legislatif: Cetak Biru Reformasi Legislatif yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia (IPI) bekerja sama dengan Badan Perwakilan Mahasiswa Institut Teknologi Garut, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota tersebut diikuti ratusan peserta dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi sarana penting untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai kehidupan demokrasi dan peran lembaga legislatif.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan pencerahan politik yang mendalam bagi generasi muda.
“Terlebih dengan hadirnya para pemateri yang kompeten di bidangnya,” ujarnya, Rabu (17/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Nurrodhin juga memaparkan dinamika perjalanan politik Indonesia dari masa Orde Baru hingga Orde Reformasi sebagai gambaran pentingnya pemahaman terhadap sistem dan fungsi legislatif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IPI Garut, Dr. Lucky Rahayu Nurjamin, menegaskan dukungan penuh pihak kampus terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta berakreditasi Unggul di Priangan Timur, IPI Garut merasa memiliki tanggung jawab dalam mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Garut.
“Dan kami sangat ingin sekali menyasar itu dari generasi muda, generasi muda khususnya di Kabupaten Garut seharusnya atau sudah seharusnya mendapatkan makanan-makanan asupan gizi terkait dengan ilmu yang jauh lebih baik. Dengan harapan bahwa kita bisa membangun kabupaten ini menjadi kabupaten yang jauh lebih unggul,” ujarnya.
Lucky menambahkan, bahwa esensi dari program Sekolah Legislatif adalah membuka perspektif generasi muda sekaligus menjaga idealisme mahasiswa agar dapat disalurkan melalui jalur yang konstitusional dan konstruktif.
Di tempat yang sama. Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Panjay Nurrohman, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat respons positif dari generasi muda di Kabupaten Garut.
Menurutnya, berdasarkan data panitia, sekitar 200 peserta yang terdiri atas siswa SMA/sederajat dan mahasiswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias.
“Hal ini menunjukkan bahwa tingginya minat generasi muda untuk memahami peran legislasi kepemimpinan dan juga serta peran aktif dalam kehidupan demokrasi,” katanya.***
Editor: Batama Ardiansyah



