Pernikahan Bedarah, yang Punya Hajat Tewas Dipukuli Preman Kampung

Klik Today || Tragedi keji terjadi di Desa Kertamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dua hari lalu.
Pesta pernikahan yang saat itu digelar dan semula meriah mendadak penuh ketegangan setelah sejumlah preman kampung masuk ke lokasi hajatan, membuat kekacauan.
Dadang, seorang bapak yang saat itu sedang duduk di pelaminan mendampingi anaknya, malah jadi korban pengeroyokan preman kampung tersebut.
Dadang dipukuli menggunakan bambu hingga berdarah dan tewas seketika.
Peristiwa ini diawali ketika sejumlah preman seraya gontai karena mabuk, meminta uang kepada Dadang.
Dadang mengalah dan memberikan uang Rp100 ribu dengan harapan kawanan preman kampung itu pergi dari lokasi hajatan yang saat itu sedang ramai dikunjungi tamu kondangan.
Kawanan preman tersebut pun pergi, namun tidak lama kemudian kembali lagi dan langsung membentak Dadang minta lagi uang sebesar Rp500 ribu. Namun, permintaan itu ditolak Dadang.
Akhirnya, kata Wahyudin, karena permintaan itu ditolak para preman tersebut membuat keributan hingga mengeroyok Dadang menggunakan bambu.
“Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang,” ujar Wahyudin, adiknya Dadang, seperti diktip dari detikcom, Senin (6/4/2026).
Akibat pengeroyokan tersebut, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.
“Korban dipukul menggunakan belahan bambu di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Untuk penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil autopsi,” ujar AKP Enjang.
Kasat Reskrim Polres Purwakarta, AKP Uyun Saeful Uyun, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi terduga pelaku yang melakukan penganiayaan hingga korban meninggal dunia.
“Sudah teridentifikasi pelaku yang melakukan peristiwa penganiayaan tersebut yang saat ini dalam pengejaran pihak kepolisian,” ujarnya.
Editor: Batama Ardiansyah



