PendidikanUtama

SMPN 9 Surade Harus Segera Pindah, Zetta Siap Perjuangkan Harapan Kepsek dan Komite Sekolah

Foto: Istimewa

Klik Today || Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Zetta Nusantara Putra lakukan kunjungan ke sejumlah sekolah, diantaranya ke SMPN 9 Surade, sekolah satu atap dengan SD Sukatani, Selasa (26/11/2025).

Diketahui Zetta, kondisi di SMPN 9 Surade tersebut memang harus segera dilakukan berbagai perbaikan karena bangunannya sudah sangat mengkhawatirkan, juga sempit karena berdempetan dengan bangunan sekolah dasar.

Zetta juga melihat tembok di sejumlah kelas sudah mengelupas, sehingga selain tidak sedap dipandang juga membahayakan bagi keselamatan siswa, termasuk atapnya yang sudah nyaris roboh.

Sejumlah pendidik di sekolah tersebut diajak berbincang oleh Zetta maksudnya untuk menyerap aspirasi para kepala sekolah dan komite, maunya seperti apa.

Akhirnya terungkap bahwa solusi terbaik untuk meningkatkan kwalitas pendidikan dan menciptakan rasa nyaman dan aman bagi para siswa tidak lain adalah SMP tersebut harus pindah.

Seperti dikatakan Diyan Rokhayati, S.Pd, M.M.Pd. Menurutnya, setiap melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) selalu resah, takut itu plapon tiba-tiba ambruk dan menimpa para siswa.

“Sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 2006, dan mengalami beberapa kali rehab. Namun, sekarang kondisinya sangat mengkhawatirkan. Tapi solusi terbaiknya kami berharap pindah ke lokasi baru. Kebetulan sudah ada lahannya seluas satu hektar,” tutur Diyan Rokhayati.

Diyan juga mengatakan, selain bangunannya sudah pada keropos, lahannya juga sempit dan tidak memadai bagi pengembangan pendidikan.

“Bahkan, sering kali ketika KBM anak-anak SD nempel di kaca jendela kelas, sehingga konsentrasi belajar siswa jadi terganggu. Begitu sebaliknya, saat siswa SD belajar, para siswa SMP pun kadang berisik,” ujar Diyan.

Solusinya, kata Diyan, ketimbang selain direhab untuk SMP sebaiknya membangun sekolah baru di lahan yang baru.

“Begitulah namanya sekolah satu atap pasti masing-masing akan terganggu konsentrasi belajarnya,” ujar Diyan.

Senada dengan Diyan, Wakasek Kesiswaan Uung Yusuf Sopandi juga berharap SMPN 9 Srade memiliki bangunan sekolah sendiri di lokasi yang sudah ada.

“Kami pun sangat kesulitan untuk mengebangkan program ekstrakrukuler, terutama bidang olahraga, karena lapangannya sempit.

“Kendala yang kerap kami temui adalah kondisi lapang yang pasa-pasan. Selama ini kami memanfaatkan lahan seadanya. Padahal, potensi siswa cukup lumayan terutama dalam volly ball dan futsal,” ujar Uung.

Sementara itu, Alum Maryana sebagai komite sekolah berharap, dengan kondisi sekolah yang sudah banyak yamg rusak sedangkan jumlah siswa terus bertambah setiap tahun, sebaiknya dibangunkan bangunan baru untuk SMPN 9 Surade.

“Kami mohon kebijakan dari pihak terkait agar segera bangun bangunan baru untuk sekolah ini. Kebetulan lahannya sudah ada seluas satu hektar, sebagai hibah dari desa,” ujarnya.

“Harapan kami bukan rehab tapi bangun baru di lahan baru,” imbuhnya.

Mendegar keluhan itu, Zetta pun berjanji akan memperjuangkan untuk membangun bangunan baru karena memang dibangunan sekarang apalagi satu atap dengan SD sudah tidak memadai dan kurang bagus bagi pengembangan kwalitas pendidikan.

“Baiklah kami akan berusaha sesegera mungkin membangun bangunan baru untuk SMPN 9 Surade. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa terealisasi,” ujar Zetta.

Editor: Batama Ardiansyah